04 September 2017

Rahasia Kepribadian Manusia Berdasarkan Elemen



Manusia, sebagai salah satu entitas kehidupan di alam ini seperti mahluk hidup lainnya dan benda yang ada di sekitar, pasti memiliki unsur pembangun atau elemen yang membentuk kepribadian dan sifat dasar individu manusia itu sendiri. Nah, kali ini, saya akan sedikit berbagi pengetahuan tentang itu, semoga postingan ini bermanfaat bagi kalian
Selamat membaca....

Unsur elemen Kehidupan Manusia
Manusia terdiri dari berbagai elemen kehidupan, bahkan mencakup seluruh elemen yang ada di alam ini seperti Tanah, Angin, Api, Air, Cahaya, Kegelapan, Gravitasi dan lainnya.
Ok, tanpa basa basi basu, inilah diantaranya :

1. Tanah
Tanah Kering
Tanah merupaka elemen yang esensial pada diri manusia, karena segala aktivitas yang dijalani manusia pada dasarnya terjadi di tanah (Bumi) walaupun terkadang di Air ataupun Angin. Ditambah dengan hakikat kehidupan manusia yang berasal dari tanah yakni awal penciptaannya Nabi Adam a.s yang diciptakan dari berbagai tanah terbaik pilihan Allah swt. yang diambil dari berbagai tempat di alam setelah penciptaan malaikat, iblis dan lainnya.

     Jadi, Tanah menjadi elemen esensial manusia sebab Tanah merupakan unsur penciptaan awal, lalu segala aktivitas manusia terjadi di atas Tanah (Bumi) dan akan mengakhiri kehidupan dunia ke dalam Tanah atau dikubur. Nah, jika membahas kepribadian yang dibentuk oleh Tanah maka akan membutirkan dua bagian, yaitu :
    
    a. At - Turab (Tanah keras)
    Tanah keras menjadi bagian Tanah yang membentuk Nabi Adam a.s , sifat Tanah ini keras, tegas, dan kokoh yang menggambarkan sifat kelaki - lakian, jenis tanah ini membentuk kepribadian manusia yang pekerja keras, tegas, kokoh dalam hidup, serta teguh pada pendirian yang mayoritas terdapat pada laki - laki. Tanah ini menjadikan laki - laki sebagai pemimpin, imam, tauladan (Uswah) serta penggerak (Muharrik) di dalam segmen kehidupan manusia. Dimana tanah ini juga, memiliki pasangan yaitu tanah lembut yang akan dibahas setelah ini.

    b. Ash - Shalshalin (Tanah lembut)
    Tanah yang satu ini merupakan unsur pembentuk Istri Nabi Adam a.s yakni Siti Hawwaa yang menjadi manusia kedua setelah Nabi Adam a.s dan perempuan pertama di alam. Walaupun demikian sebenarnya Siti Hawwaa diciptakan dari salah satu tulang rusuknya Nabi Adam a.s yang diambil ketika ia tertidur di surga,
     Tanah ini memiliki sifat lentur (fleksibel) dan lemah lembut yang bisa ditemukan pada kaum perempuan. Tanah lembut membentuk kepribadian perempuan yang penyayang dan perhatian dari sifat lemah lembutnya dan kepribadian perempuan yang menerima apapun yang terjadi pada dirinya ataupun sekelilingnya (keluarga dan orang yang ia kenal). Dengan kepribadian ini membuat perempuan menjadi pendamping dan pendukung dari laki - laki dalam menjalani kehidupan  baik segi keluarga, maupun segi kehidupan lainnya. Ini dibuktikan dari suksesnya beberapa tokoh seperti Baginda Rasulullah saw. dengan istri - istrinya (Aisyah r.a, Khadijah r.a, Hafshah r.a, Shafiyyah r.a, dll), Sahabat Abu Bakr Ash - Shiddiq r.a dengan istrinya Asma r.a, Sahabat Ali bin Abi Thalib dengan istrinya Fathimah Az - Zahra r.a, dan masih banyak lainnya yang dimana tidak bisa dilepaskan peran, daya serta upaya mereka dalam mengcover perjuangan suaminya dalam menegakkan agama Islam.
     
Selain membangun beberapa kepribadian diatas, tanah disegi lain dapat mencegah beberapa sifat dan kepribadian yang buruk seperti rasa angkuh, sombong, Aba (membangkang), dan berbagai sifat tercela yang lain. Hal ini diakibatkan oleh karakteristik tanah yang rela dijadikan sebagai tempat berpijaknya seluruh mahluk yang ada di Bumi mencerminkan betapa tawadhu' tanah. Dan ditambah pula dengan pemanfaatan tanah sebagai media atau tempat segala perkara tumbuh dan berkembang seperti media tanam berbagai tumbuh - tumbuhan yang ada, tempat segala aktivitas industri yang berjalan, dan tempat bergeraknya berbagai aspek kehidupan mahluk hidup.

2. Air
Air Jernih
Air menempati urutan kedua setelah tanah, karena air jika dilihat dari segi biologis merupakan unsur pembentuk organ dan bagian internal dari tubuh manusia sebesar 97% disamping Angin, Api, dan Tanah. Bahkan bukan di manusia saja, air juga menjadi unsur pembentuk dari segala perkara yang ada di alam semesta ini seperti seluruh mahluk hidup yang berasal dari ari yang menjadi individu bersel tunggal atau satu, lalu menjadi mikroba, setelah itu individu berukuran nano dan seterusnya hewan, tumbuhan dan manusia. Di segi astrologi, air merupakan unsur pembentuk dari semua benda langit yang ada di alam semesta ini, yaitu air yang berbentuk debu kosmik bahan pembentuk planet - planet, bintang, dan yang lainnya, air juga oleh para Ilmuwan Modern sebagai penentu dari eksisnya kehidupan di planet selain Bumi, itu jika dalam ilmu astrologi.

Dengan demikian, air berkontribusi dalam membentuk kepribadian manusia yang selalu mengikuti arus waktu, mencari ke bawah, yang memberikan kesejukan dan kesegaran bagi alam, dan mencerminkan sifat tawadhu' dengan selalu memperhatikan yang di bawah, dan kepribadian yang lainnya.

3. Angin
Angin
Angin menjadi unsur ketiga. Angin bersumbangsih dalam membentuk kepribadian manusia berupa kompleksnya cara pandang manusia terhadap perkara yang berbeda dari satu dengan yang lainnya, dan sifat fluktuatif (dinamis) manusia dalam menanggapi individu manusia yang beragam.
Angin memiliki karakteristik memberi ketenangan, ketentraman dan kenyamanan yang digambarkan melalui perilaku manusia yann menimbulkan ketenangan pada manusia lainnya seperti tolong menolong sesama, saling perhatian, dan lain - lain.
Jika disimak dari fenomena alam yang terjadi, Angin banyak berkontribusi dalam proses penyebukan berbagai jenis bunga, menunjukkan arah mata angin, arah awan, keadaan cuaca serta iklim, menjadi arah migrasi sebagian jenis hewan dan masih banyak yang lainnya.

4. Api
Api
Api menjadi unsur keempat. Api melambangkan ambisi, cita - cita, kesemangatan, keinginan, dan gejolak motivasi yang ada pada diri manusia. Walaupun demikian, api dalam kondisi tertentu dapat menguntungkan, dan dapat pula merugikan. Keuntunganya, api dapat menumbuhkan kegairahan serta kesemangatan manusia dalam melakukan amal kebaikan, menumbuhkan hasrat untuk betambah dekat Ilahi Rabbi. Tapi, api disegi lain dapat menimbulkan kerugian diantaranya menimbulkan ambisi yang tak terkendali dan juga semangat dan gairah yang salah arah.
Salah satu mahluk yang diciptakan dari api adalah Setan dan Iblis, kepribadian mereka terbangun dari api yang panas yang hanya membangun sisi buruknya saja, tanpa ada sisi kebaikannya. Walaupun begitu, Iblis lebih pintar daripada manusia, mereka hafal Al - Qur'an, tahu akan urusan dunia, kretivitas berbohong yang tinggi, dan penipu yang ulung daripada penipu yang ada.

Ya, demikian yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa di postigan selanjutnya......

26 March 2016

Pengertian, Pejelasan serta Pengamanan terhadap Gerhana Matahari






A.Sebab Umum
    Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari,sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

B.Jenis gerhana matahari

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu:

Gerhana Matahari Total

1.Gerhana Matahari Total     Gerhana total, terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
Gerhana Matahari Sebagian

2.Gerhana Matahari Sebagian
    Gerhana sebagian, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana Matahari Cincin


3.Gerhana Matahari Cincin
    Gerhana cincin, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

4.Gerhana Matahari Hibrida
    Gerhana hibrida, bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

C.Melihat Gerhana Matahari
    Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) dapat membahayakan, karena mengakibatkan kerusakan permanen retina mata akibat radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Penggunaan kaca mata untuk menyaksikan gerhana tidak aman karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik, sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Mengapa Bahaya
    
    Berdasarkan penjelasan Prof B. Ralph Chou, bahwa meskipun 99% cahaya matahari terlindung oleh bulan pada peristiwa gerhana matarahari sehingga wilayah umbra bumi menjadi gelap (seperti malam), namun tetap ada cahaya radiasi dari matahari yang sampai ke bumi, dan sampai ke mata (jika kita langsung menatap dengan mata telanjang). Dan perlu diingat, cahaya matahari terdiri dari berbagai gelombang sinar baik dari sinar tampak (pelangi : me-ji-ku-hi-bi-ni-u) maupun sinar tidak tampak seperti UV yang berenergi dan berfrekuensi tinggi (panjang gelombang 290 nm) hingga sinar cahaya dengan gelombang radio yang berenergi dan berfrekuensi rendah (panjang gelombang beberapa meter) .

     Pada organ mata,sinar cahaya UV dengan panjang gelombang sekitar 380 nm akan langsung ditransmisikan ke retina (bagian belakang organ mata yang sensitif). Dan berdasarkan fisiologi struktur mata, cahaya radiasi UV merupakan penyebab terjadinya reaksi kimia yang mempercepat penuaan lapisan mata yang akan membuat katarak atau dalam kondisi menatap langsung gerhana matahari dapat menyebabkan “retina terpanggang”.

    Besarnya intensitas sinar UV yang menempus ke retina menyebabkan kerusakan pada sel batang (rod cell) dan kerucut (cone cell) pada mata. Cahaya matahari (khusus komponen UV) menjadi pemicu serangkaian reaksi kimia pada sel-sel mata yang mana akan merusak kemampuan sel tersebut merespons objek visual. Dan dalam intensitas yang besar dan lama, akan menyebabkan kerusakan parah pada sel mata. Yang pada akhirnya akan menyebabkan mata mengalami buta sementara atau bahkan buta “abadi” (maksudnya tidak bisa disembuhkan).

Bagaimana Cahaya Sampai ke Retina?

    Seperti yang kita pelajari di waktu bangku sekolah, pupil manusia memiliki fungsi yang serupa dengan diafragma pada kamera. Pupil dapat melebar atau menyempit tergantung jumlah cahaya yang memasuki mata. Pada suasana gelap, diameter pupil membesar sampai 8 mm untuk mengumpulkan cahaya yang cukup. Di siang hari yang terik, diameternya menyusut hingga 2 mm, bahkan mampu mengecil sampai sekitar 1,5 mm jika berhadapan dengan cahaya yang menyilaukan. Membesar atau menyusutnya ukuran pupil mata sangat tergantung resons saraf atas kondisi visual yang terlihat (tidak termasuk sinar tidak tampak seperti Infrared, X, UV, TV, Radio atau gamma). Sehingga dalam berbagai kasus, kita sering mendengar bahwa sinar infrared atau gelombang sinar X tidak boleh langsung kena mata, karena dapat menyebabkan katarak dan kebutaan.

    Begitu juga dalam kasus Gerhana Matahari. Syaraf kita penglihatan melihat seolah-olah gelapnya dunia karena gerhana matahari berarti tidak ada sinar matahari yang mencapai kebumi. Padahal dengan ukuran yang sangat besar dari matahari pada saat gerhana matahari tidak total, maka ada sejumlah sinar yang sampai ke bumi yang tidak bisa dideteksi oleh mata. Ini mirip kita mencoba melihat sinar gelombang Infrared pada HP ketika transmisi data antar dua HP. Dalam hal ini, ada keterbatasan secara fisik pupil mata kita dalam pengaturan cahaya. Secara hitungan kasar, cahaya langsung dari matahari harus dilemahkan antara 10.000 hingga 50.000 kali agar aman bagi mata. Sehingga secara otomatis, pada siang hari bolong, kita akan cenderung menghindari menatap matahari secara langsung dan sebaliknya pada kondisi gelap (malam), pupil kita akan membuka selebar mungkin.

    Perilaku pupil mata manusia pada malam hari ternyata sama ketika terjadi gerhana matahari. Pada saat gerhana, pancaran cahaya matahari terhalang sebagian oleh bulan sehingga bumi menjadi gelap (masuk wilayah umbra-penumbra) , dan sehingga reaksi pupil mata secara alami membesar. Dan di saat orang menatap langsung ke matahari yang terlindung oleh bulan, pupil mata tidak bereaksi secara signfikan, padahal radiasi sinar-sinar UV tetap menempus ke bumi, menempus ke retina mata, yang sedang merusak sel batang dan kerucut mata.

    Kefatalan akan terjadi bila kita sering atau dengan durasi lama menatap secara langsung ke matahari, karena pada saat itu bukan sinar tampak saja yang menembus mata, tetapi sinar-sinar berbahaya seperti UV tetap menerobos masuk menghasilkan reaksi kimia yang merusak sel mata. Belum lagi, gelombang sinar inframerah (infrared) yang terkandung dalam sinar matahari turut “memanggang” (fotokoagulasi) sel batang dan kerucut.

Pengecualian
    Setiap terjadinya gerhana matahari total, umumnya selalu ada fase gerhana matahari cincin, sabit, dan gerhana matahari sebagian. Satu-satunya jenis gerhana pengecualian yang mana mata boleh secara langsung menatap ke gerhana matahari adalah pada fase gerhana matahari total yakni ketika sinar matahari benar-benar tertutup oleh bulan (100%). Namun periode ini sangat singkat dan memang jarang terjadi. Umumnya yang terjadi adalah gerhana matahari cincin, sabit atau setengah. Dan yang paling berbahaya adalah menatap langsung gerhana matahari yang setengah atau cincin. Bahkan seperti pada bagian penjelasan sebelumnya, meskipun 99% permukaan matahari (fotosfer) tertutup oleh Bulan, kondisi ini tetap sangat berbahaya bagi mata jika kita menatap gerhana tanpa alat khusus.

    Agar dapat melihat fenomena gerhana matahari, sudah banyak caranya. Salah satunya dengan menggunakan kacamata khusus seperti gambar di atas. Cara lain adalah melihat fenomena gerhana matahari tersebut diatas bayangan air (baik di kolam maupun di wajan). Atau membuat layar gelap di sebuah ruang (kotak) agar gerhana matahari tertangkap dilayar, dan kita melihatnya secara tidak langsung.

    Sekian informasi yang bisa saya berikan,semoga informasi ini menjadi wawasan bagi pembaca sekalian.

Wassalamu'alaikum wr.wb